Senin, 13 April 2015

TERLAMBAT (CERPEN)



TERLAMBAT


        Hari ini Bayu terlambat berangkat kesekolah, Pagi itu Bayu bangun jam 06.00, padalah masuknya jam 06.30. Bayu langsung kaget melihat jam dikamarnya, ia kaget bukan main dan langsung berlari ke kamar mandi. Setelah selesai mandi Bayu langsung menyiapkan diri mulai dari memakai seragam, memakai sepatu, dan menyiapkan buku. Menyiapkan buku ??? yapp, pasti kalian kaget dan bingung mengapa ia menyiapkan buku dipagi hari. Alasannya karena semalam Bayu latihan mc di giant maspion square sampai jam 21.00 dan sampai dirumah jam 22.00.
        Setelah menyiapkan diri, Bayu langsung menuju meja makan untuk menyantap bubur ayam yang dibelikan ayahnya dengan cepat. Iya sangat cepat karena ia hanya makan 3 sendok saja karena terburu-buru sekali, tidak lupa juga Bayu minum susu yang dibuatkan ibunya
        Oke, semuanya sudah siap, Bayu langsung salim sama ayah yang lagi duduk- duduk ditaman. Bayu mengeluarkan motornya dan langsung berangkat menuju kesekolah, dengan cepat sekali Bayu memacu motornya seperti pembalap. Emosinya pun meluap ketika terjadi macet, yaa begitulah maklum masih pagi pasti banyak orang yang berangkat kerja sehingga terjadi macet. Tetapi disela- sela kemacetan ternyata masih ada jalan longgar, akhirnya bayu memacu motornya sampai kecepatan 100km, 100km ?? iya, ini fakta dan tidak mengada- ada , untungnya ia tidak kecelakaan. Memang ini sedikit extreme tapi ya harus dijalani. Hohoho :D
        Ternyata semua keburu- buruan Bayu tidak membuahkan hasil, ia tetap saja terlambat datang kesekolah. Sesampainya di sekolah bayu langsung emosi dan membanting helmnya. Setelah parkir motor bayu langsung menuju meja piket yang sudah dipenuhi oleh wajah- wajah yang garang, wajah- wajah garang para guru yang siap membantai bayu habis habisan. Iya membantai!! Membantai dengan kata- kata nasehat. Hohoho,,,,
        Perdebatan bayu pun dimula dengan seru di meja piket. Bayu memang memiliki watak yang keras dan pandai membela diri. Namun bayu tetap mengakui bahwa hari ini dia memang salah. Akhirnya pak roni yang kebetulan menjadi guru piket menyuruh bayu untuk menelfon orang tuanya. Yap, ternyata orang tua bayu harus datang kesekolah besok. Bayu sangat menyesal dan tidak bisa berbuat apa- apa. Ia menerima hukuman itu dengan lapang dada. Dan bayu pun menulis janjinya dibuku pelanggaran bahwa jika ia terlambat lagi maka ia akan push up sebanyak 50 kali.
        Bayu dimarahi habis- habisan setelah ia sampai dirumah. Bayu pun hanya diam tanpa sepatah kata pun. Dan akhirnya bayu meminta maaf kepada kedua orang tuanya. Dan berjanji untuk tidak terlambat lagi ketika berangkat kesekolah
        Sejak kejadian itu bayu kini menjadi lebih baik. Ia tidak pernah terlambat lagi ketika berangat kesekolah dan selalu bangun pagi. Akhirnya bayu pun hidup bahagia dengan tenang

THE END


PENULIS : RIZQI KURNIAWAN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar